Senin, 19 Desember 2011

Subhannalllah wal Hamdulillah

"Subhanallah wal hamdulillah, dua kalimat tersebut yg tidak ada habisnya gw ucapkan selama seminggu belakangan ini"

Setelah menyelesaikan tugas saya sebagai seorang anak untuk menimba ilmu dan setidaknya sudah bisa membuat sedikit kebanggaan bagi keluarga. Hal selanjutnya yang sebenarnya paling saya takutkan adalah "apakah gw akan mendapat pekerjaan yg sesuai dengan keinginan" hal ini selalu menghantui fikiran gw kurang lebih selama satu bulan setelah lulus, ditambah kondisi teman-teman dekat saya alhamdulillah sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mereka.

Kurang lebih selama satu bulan setelah resmi dinyatakan lulus dari kampus tercinta, saya mencoba mengikuti jejak senior dan teman-teman dekat saya untuk bergabung dengan sebuah perusahaan besar yang mempunyai anak bahkan cucuk perusahaan sangat banyak di indonesia. Hal yang menjadi pertimbangan saya untuk bergabung pada perusahaan tersebut adalah banyak sekali teman saya yg sudah berkerja disana, dan yang kedua adalah proses seleksi dari perusahaan tersebut sama sekali tidak membutuhkan kemampuan bahasa inggris yg baik(sebagai catatan b.inggris gw dibawah rata-rata)hehehehe


Berbagai proses telah saya lakukan dari mulai mencoba langsung melamar ke perusahaan utamanya sampai dengan ke cucuk perusahaannya, dan Allah belum mentakdirkan saya berada diperusahaan tersebut. Tepat diawal desember ada 2 buah BUMN terkemuka di Indonesia yang sedang mencari bakat-bakat unggul pemuda indonesia untuk gabung diperusahaan mereka, sebenarnya kalau boleh jujur sama sekali tidak ada di angan-angan saya untuk bisa bergabung pada kedua BUMN tersebut, selain dikarenakan saya ingin sekali gabung dengan perusahaan swasta yg didalamnya sudah banyak teman yg menunggu dan alasan lainnya adalah saya sangat tahu diri bahwa IPK saya sangatlah tidak sesuai untuk bisa bergabung di dua BUMN tersebut.

Tapi sekali lagi ALLAH SWT menunjukkan kuasanya, bahwa beliaulah Zat yang maha mengetahui mana yang terbaik bagi hambanya, Subhannallah itulah yg tidak habis saya ucapkan, dikarenakan disalah satu BUMN yg berfokus pada perminyakan tersebut bukannya saya yang mencoba melamar akan tetapi merekalah yg mengundang saya untuk mengikuti proses seleksi perusahaan mereka dari mulai psikotes sampai alhamdulillah saya bisa tembus pada level tes kesehatan(sampai saya menulis artikel ini), hal ini sangatlah membuat saya sangat tidak habis fikir, sebuah keajaiban dari ALLAH lah yg bisa membuat ini, Maha Besar Allah atas segala kuasanya.

Keajaiban tidak berhenti sampai disitu, ketika saya diperintahkan orang tua untuk mencoba melamar pada salah satu BUMN yg dikenal sebagai 'banknya rakyat indonesia', hal tersebut saya lakukan, proses pendaftran dilaksanakan di Hall basket senayan, dan pada sabtu pagi hari tersebut saya sudah sampai pukul 7.00 pagi, dan suasana disana sudah sangat penuh, bertambah lah rasa pesimis saya untuk dapat bergabung dengan BUMN tersebut, tetapi ketika Allah punya kehendak, semua pasti akan terjadi, dan itu yg saya rasakan, dari ribuan pelamar saya berhasil masuk dan alhamdulillah sampai saya menulis artikel ini, saya sudah sampai pada proses akhir dari proses penseleksian yaitu proses tes kesehatan, SUBHANALLAH itu kata yg tak pernah habis saya ucapkan.

Dari pengalaman yg saya tulis ini sama sekali tidak ada rasa ingin membanggakan diri atau menyombongkan diri, saya mencoba membagi sebuah hikmah yg saya dapatkan dari apa yg sudah saya rasakan, bahwa semua sudah diatur oleh Allah kita sebagai hambanya hanya diperintahkan untuk berusaha dan berdoa, dan Allah lah yang maha menggetaui mana yg terbaik bagi umatnya.

Semoga dengan tulisan ini dapat mengingatkan pada diri saya pribadi dan juga semua teman-teman pembaca bahwa ingat, segala seuatu yg kita inginkan dan menurut kita baik kadang belum tentu baik menurut Allah, baik itu rezeki dan jodoh. Karena Allah lah yang maha mengetahui mana yg terbaik.

Senin, 28 November 2011

Ironi

"Bagaikan bangunan, hal yang pertama kita harus sangat perhatikan adalah bagian pondasinya, bagaikan jenjang pendidikan semua pasti berasal dari sekolah dasar"

Begitu pula hal nya dengan kita memahami agama dan juga menjalankan agama serta peraturan-peraturan yang ada didalamnya, semua harus berasal dari yang dasar dahulu, ketika dasarnya kita sudah bisa dan mengerti dan juga sudah dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari barulah kita mengintak tahap yang lebih tinggi.

Sebagaimana sabda baginda nabi Muhammada SAW: 
"Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama" (HR. Bayhaqi)

Sebuah bangunan, setelah adanya pondasi yang merupakan asas sebuah bangunan berdiri, kebutuhan pokok setelah pondasi adalah tiang penyangga, penyokong, soko guru, yang akan menguatkan bangunan tersebut. Apabila sebuah bangunan memiliki 5 buah pilar penyangga, maka jika salah satu dari tiang tersebut roboh maka kekuatan atau kekokohan bangunan tersebut akan berkurang. Demikian seterusnya kekokohan suatu bangunan akan terus berkurang seiring dengan hilangnya pilar-pilar penyangganya satu persatu.

Demikian pula Islam, yang ibaratnya adalah sebuah bangunan dengan syahadat sebagai pondasinya, dakwah dan jihad sebagai atap pelindungnya, dan sholat yang merupakan cerminan syariat Islam sebagai pilar penyangganya. Bila kaum muslimin rajin mendirikan sholat yang 5 waktu secara berjamaah di masjid maka berarti mereka telah mengokohkan pilar-pilar Islam. Sebaliknya, apabila kaum muslimin malas, ogah-ogahan mendirikan sholat fardhu yang 5 waktu secara berjamaah di masjid, maka berarti mereka telah melemahkan Islam itu sendiri dengan ‘merobohkan’ pilar-pilarnya.

Namun pada yang terjadi kadang sangatlah bertolak belakang, banyak orang yang menyebut dirinya mengenal islam dengan baik lebih meributkan hal-hal yang sifatnya bukan merupakan pondasi dan dasar dari islam itu sendiri(saya menyebutnya ranting). Memang tidak ada salahnya kita memperhatikan hal-hal yang tersebut tetapi alangkah lebih baiknya kita melihat pada diri kita masing-masing, apakah sudah benar-benar kita menjaga sholat 5 waktu kita berjamaah dimasjid(bagi kaum pria). Ketika pondasinya(sholat 5 waktu) saja belum bisa terjaga dengan baik, menurut saya jangan lah kita sekali-kali meributkan hal yang sifatnya ranting. Inilah yang saya sebut ironi, karena seharusnya kita sama-sama menilai dan melihat diri sendiri apakah dasar pondasi kita sebagai umat muslim sudah kuat. Karena ketika dasar sudah kuat maka kemapuan kita untuk menghias dan membuat bagian lainnya lebih bagus akan sangat terbuka, akan tetapi ketika dasarnya saja belum mantap, tetapi kita sudah memikirkan bahkan memperdebatkan hal yang sifatnya "ranting" maka kecil kemungkinan untuk kita bisa mendapatkan hasil yang indah.

"Segala kebenaran datangnya dari ALLAH SWT dan kesalahan pasti datang dari saya manusia yang merupakan tempatnya salah dan lupa"

Kamis, 27 Oktober 2011

Someone Like You


Lagu ini dapet banget temanya sama suasana saat ini, dan ditambah suara penyanyinya mantaaaab abis

alhamdulillah "Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan"

tanggal 17 oktober 2011,,

ya tepat pada tanggal ini, tepat pada saat berkumandangnya adzan juhur, disebuah ruangan di lantai 3 dari gedung FEB UGM, dangan puji syukur saya panjatkan kepada zat maha penguasa alam, alhamdulillah saya bisa meraih gelar sarjana, dan alhamdulillah sekali lagi Allah SWT menunjukkan kekuasaannya, dan memenuhi janjinya, sesuai dengan Sabda Rasulallah Saw:
Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”

Subhanallah, pada hari itu saya benar-benar merasakan kekuatan dari doa itu sendiri, bagaimana tidak, semua pertanyaan yang diajukan dari dosen-dosen penguji merupakan pertanyaan yang  merupakan pertanyaan hafalan dari semua mahasiswa yang belajar sidang komrehensif, dan yang menurut saya merupakan sebuah hal yang sangat ajaib adalah susunan dari dosen penguji merupakan dosen-dosen yang sangat ditakuti oleh mahasiswa yang akan melakukan sidang, hal ini didukung dengan presentase kelulusan apabila dosen-dosen tersebut menguji, dan alhamdulillah semua itu bisa saya dan teman-teman lewati, subhanallah, kekuatan doa sangatlah memegang peranan penting disini.

ada sebuah pepatah "usaha tanpa doa adalah sombong, doa tanpa usaha adalah bohong" dari pepatah itu saya mengambil sebuah kesimpulan kecil, tingkat kepintaran, kerajinan manusia sangatlah berbeda-beda, akan tetapi semua itu akan sama ketika kita semua menyerahkan semua usaha kita agar mencapai hasil yang terbaik dengan berdoa kepada sang maha pemilik jagat raya, sekali lagi saya ucapkan subhanallah sekali kekuatan doa yang saya dan teman-teman rasakan saat sidang komprehensif.

semoga dengan adanya tulisan ini, saya mengingatkan pada diri saya sendiri dan juga pada semua teman-teman, bahwa kekuatan doa sangatlah berpengaruh penting bagi kesuksesan kita.

Sabtu, 22 Oktober 2011

sebuah angan-angan

"jum'at 14 oktober 2011, sudah masuk waktu dhuha, dan sebelum melaksanakan ibadah sunnah tersebut saya terbiasa untuk mandi terlebih dahulu, pada saat di kamar mandi ada sebuah angan-angan yang menurut saya sangatlah mulia bila bisa terlaksana, berikut kurang lebih runtunan kejadian dan angan-angan yang saya dambakan"

ditengah keadaan yang penuh dengan tekanan karena suasana sidang pendadaran dan juga kromprehensif, tercetus sebuah cita-cita yang menurut saya sangatlah simpel dan logis, akan tetapi tetap sesuai dengan syariah islam.

kebiasaan membawa kita untuk terus menerus melakukan hal tersebut, hal ini banyak sekali saya dapatkan dalam pribadi saya, mulai dari kebiasaan tidur setelah solat subuh, hingga kebiasaan lupa gosok gigi sebelum tidur..hehehe

sambil menikmati susana kamar mandi yang tenang, muncul sebuah ide, mengapa tidak disebarkan secara luas, sebuah konsep sedekah yang mudah, simpel dan tetap sesuai aturan islam, karena akhir-akhir ini banyak sekali orang yang pusing dan ribet sendiri ketika ingin mensedekahkan sebagian hartanya. padahal ada sebuah cara mudah untuk melakukan itu semua, tidak usah kita pusing-pusing menghitung 2.5% dari pengasilan kita berapa, tetapi cobalah biasakan sehabis kita makan/jajan sisihkan 10% dari total yang kita keluarkan untuk makan tersebut.

 ILUSTRASI:
si A punya pemasukan tiap bulan sebesar 1.5 juta, maka sesuai ajaran islam kewajiban dia dalam bersedekah adalah 2.5% x 1,5 juta = 37.500 tetapi apakah kita sebagai manusia mau terus-terusan menjadi manusia yang perhitungan?sedekah saja ko dihitung-hitung, Allah SWT saja memberi kita rizki dan nikmat-nikmat lainnya tidak menggunakan perhitungan, oleh karena itu saya mencoba memberika ilustrasi mudah, setiap sehabis makan/jajan-jajan sisihkan lah 10% dari total pengeluaran kita untuk membeli makanan tersebut, contoh si B:rata-rata setiap kali dia makan adalah 15ribu maka biasakanlah setelah dia makan sedekah 1500, hal ini sangatlah mudah karena saat ini sudah banyak sekali di setiap kasir dari sebuah restoran terdapat kotak amal(tempat untuk sedekah) dan kalau kita akumulasikan, perbulan maka si B 1500 x 30 hari = 45.000 bukankah ini sudah lebih besar dari kewajiban kita dalam bersedekah yang di atur dalam islam??dan bukankah hal ini lebih mudah ketimbang kita harus menghitung semua pendapatan kita?dan bukan kah dengan cara ini kita dapat terhindar dari kelupaan atas kewajiban kita untuk bersedekah?

subhanallah kalau saja hal ini dapat kita lakukan, mudah dan tetap sesuai syariah islam..semoga kita semua dapat terbiasa dengan kegiatan ini, sehingga dapat membantu saudara-saudara kita yang lain, amiin

Ps: yang saya maksud dengan sedekah kadang bisa diartikan dengan kata zakat, karena saya menggunakan kata sedekah untuk semua kegiatan berbagi akan sesama

Jumat, 16 September 2011

cinta sejati

selamat hari sabtu, dan ini pertanda gw harus terus menambah dan memperbaharui tulisan di blog ini..

di pagi yang cerah ini, di waktu dhuha, menjelang matahari berada di tengah ubun-ubun kepala...

kenapa kali ini gw mengangkat tema cinta mungkin satu alasannya, karena gw pernah baca sebuah artikel, sebuah tulisan agar banyak dibaca oleh pembaca maka buatlah judul semenarik mungkin,,,hhohooo

cinta sejati sebuah kata yang bisa ditafsirakan dengan banyak makna, bagi yang sedang kasmaran dan penuh cinta, cinta sejatinya adalah orang yang dia sayang, tetapi bagi yang sedang tidak memiliki tambatan hati cinta sejatinya bisa menjadi banyak hal, mulai dari pekerjaan, pelajaran,pertemanan, keluarga, dan yang paling parah adalah terus berusahaa mencintai oarang yang suah bukan menjadi miliknya. re: mantan pacar

pada hakekatnya, semua manusia dimuka bumi ini, mempunyai kepercaan dan agama masing-masing dan dalam agam sudah sangat jelas dan gamblang bahwa cinta yang hakiki adalah cinta seorang mahluk kepada penciptanya. mengapa demikian, karena sang pencipta adalah segalanya, sang penciptalah yang kekal dan abadi.

rasa sayang mausia kepada manusia lainnya hanyalah sebuah hal yang bisa dikatakan semu, dan semua bisa dihitung dengan ukuran umur dari manusia tersebut, tetapi berkaitan dengan rasa sayang kepada sang pencipta itulah yang kekal dan abadi.

bukankah baginda rasul mengajarkan kepada kita untuk terus mencintai sang maha kuasa dan terus bersyukur atas apa yang ada saat ini, indahnya hidup adalah ketika kita bisa mensyukuri nikmat yang ada dan tentunya tetap bersedekah.

subhanallah, sebagai penulis gw juga belum bisa sepenuhnya menerapkan apa yang gw tulis. tetapi gw terus mencoba mengamalkan sebuah ayat al-qur'an yang artinya "sampaikanlah dariKu walau hanya satu ayat". semoga kita terus bisa mencintai sebuah cinta yang hakiki, karena ketika kita terlalu mencintai manusia, maka ada kemungkinan yang kita dapat adalah sakit hati

Jumat, 19 Agustus 2011

Hikmah Ramadhan 1432H

tepat tanggal 1 agustus 2011, mulai lah bulan yang mulia, bulan penuh rahmat, bulan penuh magfiroh,bulan tempat pembelajaran,,

hal ini lah yang saya rasakan pada bulan Ramadhan 1432H, dimulai 9 hari pertama saya merasakan nikmatnya puasa bersama keluarga, suasana yang sangat menentramkan hati, suasana yang sangat mendukung untuk melaksanakan ibadah dari mulai yang wajib sampai dengan sunnah, suasana yang sangat saya idam-idamkan, karena semenjak SMP saya sangat jarang sekali merasakan hari-hari awal bulan puasa bersama keluarga, hal yang paling saya rindukan adalah suasana sahur bersama dan juga suasana buka puasa bersama seluruh keluarga, inilah momen-monen yang paling nikmat di bulan puasa.

yaaaap,,langsung kita masuk pada inti cerita, tepat pada bulan Ramadhan 1432H ini saya merasakan hal yang menurut saya sanga-sangat luar biasa, mengapa demikian??karena pada bulan puasa tahun ini banyak hal yang terjadi sangat-sangat diluar akal manusia.

mulai dari hal pertama, dibulan yang penuh rahmat dari Allah ini, saya merasakan menjadi seorang manuasia yang lebih baik, mengapa saya berani mengatakan demikian, karena pada bulan puasa kali ini saya merasakan, hal-hal maksiad yang selama ini dekat dengan saya perlahan bisa saya tinggalkan, ini merupakan sebuah kenikmatan dan hikmah yang tiada tara.

kemudian yang kedua adalah ketika saya merasakan nikmat dari Allah yang terus menurus datang tiada henti, mulai dari IPK saya mengalami kenaikan yang cukup drastis, dengan begitu ini fix adalah suasana ramadhan terakhir saya di kota yang penuh dengan kenangan ini, dan dengan demikan berarti inilah akhir perantauan saya selama 4 tahun meninggalkan keluarga di jakarta, dan banyak sekali nikmat-nikmat lain yang diberikan oleh Allah yang tidak bisa saya gambarkan satu persatu.

dan hikmah yang ketiga dan yang terbesar menurut saya adalah ketika saya mendapatkan sebuah teguran dari Allah melalui sebuah keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai agama, secara tidak langsung keluarga tersebut memberikan ingatan kepada saya, bahwa rasa cinta dan sayang kita kepada sesama manusia itu adalah semu, karena yang kekal dan abadi adalah rasa cinta kita kepada Allah dan Rasulnya, dengan banyak hal yang terjadi, dari mulai pertumpahan emosi, tetesan air mata dan sakit hati tentunya, tapi ada sebuah hikmah besar yang bisa diambil, yaitu "JANGAN LAH ENGKAU MENCITAI SESAMA MANUSIA MELEBIHI ENGAKAU MENCINTAI ALLAH DAN RASULNYA" karena kalau hal demikian yang terjadi maka sakit hati dan kekecewaan yang akan kita dapat, ini sangat lah hikmah yang saya rasakan pada bulan puasa kali ini, dan tidak habis mulut ini berdoa kepada Sang pemilik hidup, agar saya dan dia diberikan yang terbaik, untuk dunia maupun akhirat.

Subhanallah